Zonapertanian.com – PT Pema Global Energi (PGE) merupakan salah satu anak perusahaan Energi Mega Persada Group di bawah naungan Bakrie & Brothers berkolaborasi dengan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Saboh Hate Aceh Utara melaksanakan program pelatihan budidaya ternak dan pembuatan pakan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lokasi peternakan “Muda Jaya Farm” Gampong Matang Baloy Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara.
Agus Salim selaku Manager Relation External, dalam sambutannya saat membuka acara berpesan kepada seluruh peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh – sungguh, sehingga ilmu yang diajarkan oleh para pemateri dapat diserap dengan baik. ”Karna ilmu tentang budidaya ternak dan manajemen pakan sangat berguna bagi peternak terutama yang menjalankan usahanya dalam pemeliharaan ternak sapi, kerbau, kambing dan domba”.
Ketua Forum Geuchik Kecamatan Tanah Luas yang juga Geuchik Gampong Matang Baloy dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada PT. Pema Global Energi yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada petani peternak dalam wilayah kerja operasi perusahaan tersebut. Geuchik A. Halim mengharapkan kepada PT. PGE agar kegiatan pembinaan seperti ini tidak hanya dilaksanakan untuk 4 kelompok petani peternak saja, akan tetapi agar dapat dilaksanakan untuk petani peternak yang lain, karna masih banyak petani peternak lain yang sangat membutuhkan transfer ilmu budidaya peternakan dan manajeman pembuatan pakan ternak guna peningkatan SDM bagi petani peternak.
Dalam kegiatan tersebut juga turut hadir bapak Bustami Syarbini, Ibu Ranti, Muhammad Faisal, T. Faisal Razi dan Fajar Ramadhani yang semuanya merupakan anggota tim dari Humas PT. PGE Aceh Utara.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 40 orang petani peternak binaan disekitar wilayah operasi PT.PGE Aceh Utara yang berasal dari 4 gampong dalam 3 kecamatan di kabupaten aceh utara, diantaranya petani peternak dari gampong ampeh kecamatan tanah luas, petani peternak dari gampong matang baloy kecamatan tanah luas, petani peternak dari sumbok rayeuk kecamatan nibong dan petani peternak dari lubok pusaka kecamatan langhan.
Pada kegiatan pelatihan tersebut menghadirkan para pemeteri handal di Aceh, yaitu drh. Muzakkir Sekretaris Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara yang saat ini juga sedang menjabat sebagai Ketua Apetindo Aceh Utara. Dalam materinya, Ia menjelaskan tentang manajemen perkandangan dan kesehatan hewan.
Selain itu dalam pelatihan tersebut juga menghadirkan salah seorang praktisi peternakan ternama di aceh, beliau adalah Rahmat Kartolo. Dalam paparan materinya, Ia menjelaskan tentang tehnik pembuatan pakan konsentrat, pengolahan jerami padi menjadi pakan ternak (amoniasi jerami), pembuatan silase, serta cara pembuatan mineral block.
Pakan konsentrat merupakan pakan yang memiliki kandungan serat kasar rendah. Nutrisi utama dari pakan konsentrat berupa energi dan protein. Konsentrat bagi ternak bermanfaat untuk meningkatkan mutu gizi pakan sehingga mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ternak. Adapun fungsi konsentrat antara lain sebagai sumber energi dan sumber protein bagi ternak; meningkatkan kandungan gizi dalam pakan; menambah bobot badan ternak; pemberian pakan menjadi lebih efisien; efektif untuk masa pertumbuhan dan produksi; Selain itu, pakan konsentrat juga sangat bagus dalam memenuhi kebutuhan ternak untuk masa kebuntingan maupun saat menyusui bagi induk.
- Amoniasi jerami merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas jerami (PK,SK,TDN) sebagai pakan ternak ruminansia dengan penambahan urea 2-5% dari berat kering jerami. Pemanfaatan Jerami Padi Amoniasi itu sendiri memberikan beberapa keuntungan antara lain :
- Menambah persediaan bahan pakan dan peluang untuk meningkatkan populasi ternak. Dengan dimanfaatkannya jerami padi sebagai bahan pakan ternak berarti ketersediaan pakan bertambah, sehingga ini akan membuka peluang peternak untuk menambah jumlah ternaknya untuk dipelihara tanpa terkendala pakan.
Tentunya Mencegah kekurangan pakan khususnya pada musim kemarau, sehingga ternak kita tidak kurus karena kekurangan pakan. - Produktivitas ternak akan meningkat, dengan amoniaisasi jerami padi, daya cerna akan meningkat. Sehingga pertumbuhan ternak akan lebih baik.
– Mengurangi pencemaran dan pengurasakan lingkungan. Penanganan jerami yang tidak baik bisa menimbulkan pencemaran lingkungan, contoh jerami padi yang dibakar di sawah. - Mineral Block merupakan pakan tambahan atau suplemen yang sangat bermanfaat untuk Ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Kambing dan Domba). Bentuk dari Mineral Blok ini adalah padat yang terbuat dari bahan yang mudah di dapat di pasaran seperti : Mineral,Garam dan Semen.
Kekurangan mineral pada ternak sapi, kerbau, kambing dan domba dapat mengakibatkan penyakit defisiensi mineral /kekurangan mineral yang mengakibatkan ternak sapi kita : - Sering menjilat atau mengigit bahkan memakan kayu di kandang.
- Nafsu makan menurun.
- Bulu tampak kusam dan kasar.
Untuk mencegah hal tersebut maka perlu kita memberikan makanan tambahan yang kaya akan mineral agar dapat memenuhi kebutuhan zat-zat mikro bagi ternak, salah satunya seperti pemberian Mineral Blok atau dalam bahasa kerennya Permen Sapi.
Dalam pembuatan pakan konsentrat dan amoniasi jerami padi bahan bahan yang digunakan adalah hasil samping pertanian dan hasil samping industri pertanian yang sangat mudah didapatkan disekitar kita dengan harga yang sangat murah karna tidak bersaing dengan makanan manusia, “papar Rahmat Kartolo seorang praktisi peternakan yang saat ini juga menjabat sebagai Pembina Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Saboh Hate Aceh Utara. Selain itu Rahmat Kartolo juga aktif dalam organisasi AINI (Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia) Cabang Aceh.
P4S Saboh Hate merupakansalah satu pusat pelatihan pertanian yang dibina langsung oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara serta Balai Pelatihan Pertanian Jambi (Salah Satu Lembaga Pelatihan di Bawah Kementerian Pertanian).
Beberapa bahan baku yang digunakan dalam praktek pengolahan pakan ternak ini diantaranya : jerami padi, dedak padi, sagu, bungkil kelapa, kulit kopi dan jagung yang kesemua bahan bahan tersebut sangat mudah didapatkan disekitar kita dengan harga yang masih sangat murah dan terjangkau, “jelas alumni Program Studi Ilmu Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.
Jebolan Magister Ilmu Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara ini, juga mengajak seluruh peternak untuk betul betul dan serius dalam mengembangkan usaha peternakan. Sehingga ketahanan pangan serta swasembada daging dapat segera terwujud sebagaimana harapan pemerintah.
Rahmat Kartolo juga menambahkan bahwa alam dan iklim aceh masih sangat berpotensi untuk pengembangan usaha peternakan, karena lahannya masih tersedia sangat luas.
Prof. Samadi selaku Ketua AINI-Aceh sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara karena dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian petani dalam mengembangkan usaha di bidang peternakan.
Bapak Bambang, salah satu peserta dari pelatihan tersebut mengucapkan terimakasih kepada PT. PGE Aceh Utara, karena telah memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk mengikuti pelatihan budidaya ternak dan manajemen pakan ternak ini. Bambang juga menuturkan selama ini, saya sangat penasaran bagaimana cara pembuatan pakan konsentrat, pakan amoniasi jerami padi serta cara pembuatan mineral block. Dengan kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk mengikuti pelatihan ini, maka terjawab sudah rasa penasaran saya.
Bambang, juga sangat mengharapkan kepada PT. PGE Aceh Utara melalui bidang Humas PT.PGE, agar pelatihan semacam ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya dengan peserta yang lebih banyak lagi, sehingga memberikan kesempatan kepada teman teman peternak yang lain untuk dapat mengikuti pelatihan, karena pelatihan ini sangat besar manfaatnya bagi kami para petani peternak.
“Untuk itu dalam mewujudkan pembangunan sektor peternakan di Aceh sangat diperlukan sentuhan tangan dari Pemerintah dan berbagai pihak yang lain, agar para petani peternak di Aceh dapat menyekolahkan anak anaknya hingga ke perguruan tinggi dari hasil peternakan, serta pembangunan peternakan aceh dapat terwujud sesuai harapan, demikian harapan drh. Muzakir dan Rahmat Kartolo seraya mengucapkan terimakasih kepada PT. PGE Aceh Utara.