Zonapertanian.com — Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) Tedy Dirhamsyah menegaskan bahwa kegiatan public hearing yang diselenggarakan oleh jajaran Balai Pelatihan Pertanian Jambi memiliki makna strategis dalam mendukung visi besar pemerintah menuju kemandirian bangsa.
Dalam arahannya, Tedy menjelaskan bahwa upaya kemandirian tersebut tidak hanya difokuskan pada sektor pangan, tetapi juga mencakup kemandirian energi, air, serta ekonomi nasional yang berbasis hilirisasi hasil pertanian. Menurutnya, semua sektor tersebut saling terkait dan menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan nasional di masa depan.
“Public hearing ini penting sebagai bentuk penyelarasan program dan kebijakan, agar pelayanan pelatihan pertanian semakin efektif dalam mendukung tercapainya swasembada pangan,*” ujar Tedy Dirhamsyah.
Ia menambahkan bahwa peran Balai Pelatihan Pertanian Jambi saat ini tidak lagi sebatas meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lapangan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong inovasi dan akselerasi pembangunan pertanian modern. Pelatihan yang tepat sasaran akan melahirkan petani dan penyuluh yang adaptif terhadap teknologi serta memiliki daya saing tinggi.
Lebih lanjut, Tedy menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, lembaga pelatihan, dan masyarakat pertanian dalam menjalankan kebijakan yang berorientasi pada hasil. Dengan adanya public hearing, seluruh pemangku kepentingan dapat berdiskusi secara terbuka mengenai kebutuhan, tantangan, serta arah kebijakan ke depan yang lebih responsif terhadap dinamika sektor pertanian.
“Melalui kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, kita dapat memperkuat pondasi kemandirian bangsa di bidang pangan dan sektor strategis lainnya,” tambahnya.
Kegiatan public hearing ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan pelatihan pertanian nasional, memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan petani, dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan sebagai pilar utama pembangunan nasional.